Virus Nipah Kembali Muncul di India 2026: Fatalitas Bisa 75%, Waspada Penularan ke Indonesia?

​Virus Nipah (NiV) kembali menjadi perbincangan hangat di dunia kesehatan internasional. Sebagai salah satu penyakit zoonosis yang mematikan, pemahaman yang baik mengenai virus ini sangat penting untuk mencegah penyebaran yang lebih luas. Artikel ini akan mengulas secara mendalam apa itu Virus Nipah dan bagaimana kita bisa melindungi diri.

​Apa Itu Virus Nipah?

​Virus Nipah adalah virus zoonosis, yang berarti ditularkan dari hewan ke manusia. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari famili Paramyxoviridae, genus Henipavirus. Inang alami dari Virus Nipah adalah kelelawar buah (genus Pteropus). Selain manusia, virus ini juga dapat menginfeksi hewan lain seperti babi, kuda, kambing, dan domba.

Negara yang Pernah Terkena Virus Nipah

Setelah wabah tersebut, Malaysia berhasil mengendalikan dengan pemusnahan ribuan babi, dan tidak ada lagi kasus sejak 1999. Namun, virus ini terus muncul di wilayah lain:

Bangladesh: Wabah hampir setiap tahun sejak 2001, sering terkait konsumsi nira aren (date palm sap) yang terkontaminasi urin atau air liur kelelawar.

India: Kasus pertama di West Bengal (2001 & 2007), kemudian sering muncul di Kerala sejak 2018 (hampir tahunan). Pada Juli 2025, ada 4 kasus di Kerala (2 meninggal).Terbaru (Januari 2026): 2 kasus dikonfirmasi di West Bengal (Kolkata area), keduanya tenaga kesehatan di rumah sakit yang sama, dengan kontak dekat.

Sampai akhir Januari 2026, outbreak dinyatakan terkendali, semua kontak (196 orang) negatif, tidak ada transmisi komunitas lanjutan.Total kasus global hingga akhir 2025 sekitar 750 kasus dengan 415 kematian. Saat ini, risiko global dinilai rendah, tapi pengawasan ditingkatkan di Asia Tenggara dan Selatan.

​Bagaimana Virus Nipah Menular?

​Penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa jalur utama:

  1. Kontak Langsung dengan Hewan Terinfeksi: Bersentuhan dengan cairan tubuh hewan yang sakit, seperti air liur, urin, atau kotoran babi atau kelelawar.
  2. Konsumsi Makanan yang Terkontaminasi: Mengonsumsi buah-buahan atau produk makanan (seperti nira sawit) yang telah terkontaminasi oleh air liur atau urin kelelawar buah yang terinfeksi.
  3. Penularan dari Manusia ke Manusia: Kontak erat dengan penderita Virus Nipah melalui sekresi atau cairan tubuh. Hal ini sering terjadi dalam lingkungan keluarga atau fasilitas pelayanan kesehatan.

​Gejala Infeksi Virus Nipah

​Gejala infeksi virus ini bervariasi, mulai dari tanpa gejala (asimtomatik) hingga infeksi saluran pernapasan akut dan ensefalitis (peradangan otak) yang fatal.

​Beberapa gejala awal yang biasanya muncul dalam 4 hingga 14 hari setelah paparan meliputi:

  • ​Demam tinggi.
  • ​Sakit kepala.
  • ​Nyeri otot (mialgia).
  • ​Muntah.
  • ​Sakit tenggorokan.

​Pada kasus yang berat, penderita dapat mengalami:

  • ​Pusing dan kantuk yang berlebihan.
  • ​Penurunan kesadaran atau kebingungan.
  • ​Kejang.
  • ​Koma (dalam 24-48 jam setelah gejala berat muncul).

​Tingkat kematian akibat infeksi Virus Nipah cukup tinggi, diperkirakan berkisar antara 40% hingga 75% tergantung pada kemampuan deteksi dini dan manajemen klinis.

​Diagnosis dan Pengobatan

​Hingga saat ini, belum ada vaksin atau obat khusus yang terbukti efektif untuk menyembuhkan infeksi Virus Nipah pada manusia. Pengobatan yang dilakukan bersifat suportif, yaitu mengatasi gejala yang muncul dan menjaga kondisi tubuh pasien agar tetap stabil.

​Diagnosis dilakukan melalui tes laboratorium seperti Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dari cairan tubuh dan tes ELISA untuk mendeteksi antibodi.

​Langkah Pencegahan

​Mengingat bahayanya, pencegahan adalah langkah terbaik yang bisa kita lakukan:

  1. Cuci Tangan Secara Rutin: Gunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas, terutama setelah bersentuhan dengan hewan.
  2. Hindari Kontak dengan Hewan Sakit: Terutama kelelawar dan babi yang menunjukkan gejala tidak sehat.
  3. Cuci Buah dengan Bersih: Selalu cuci buah-buahan dan kupas sebelum dimakan. Pastikan tidak ada bekas gigitan hewan pada buah tersebut.
  4. Masak Nira/Cairan Tumbuhan: Pastikan produk nira atau cairan dari pohon dimasak hingga mendidih sebelum dikonsumsi.
  5. Gunakan APD bagi Tenaga Kesehatan: Selalu gunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat merawat pasien yang diduga terinfeksi.
  6. Hindari Area Habitat Kelelawar: Jangan tidur atau beraktivitas di bawah pohon yang menjadi tempat bersarang kelelawar buah.

Tetap Jaga Kebersihan & Imunitas Tubuh

​Meskipun Virus Nipah memiliki tingkat fatalitas yang tinggi, risiko penularan dapat ditekan secara signifikan dengan menjaga kebersihan diri dan waspada terhadap sumber makanan yang berpotensi terkontaminasi. Edukasi masyarakat mengenai cara penularan dari hewan ke manusia menjadi kunci utama dalam mencegah wabah di masa depan.

Layanan Disinfektan Virus Profesional

Dapatkan Layanan Jasa Disinfektan Virus Profesional hanya dari Garda Pest Control. Dengan menggunakan beberapa metode untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Jasa Disinfektan Virus Nipah di Indonesia

Jasa Fogging Nyamuk DBD di Antapani Bandung Basmi Tuntas