HP: 081382999966 Jasa Pembasmi Tikus Bekasi - Garda Pest Indonesia

Jasa Pembasmi Tikus Bekasi

HP: 081382999966 Jasa Pembasmi Tikus Bekasi, Garda Pest Control Melayani Jasa Fogging Nyamuk, Jasa Pembasmi Tikus, Jasa Pembasmi Rayap, Jasa Pembasmi Kecoa, Jasa Pembasmi Ulat Bulu, Jasa Pembasmi Kutu Kucing, Jasa Pembasmi Kutu Anjing, Jasa Pembasmi Kutu Kasur, Jasa Pembasmi Sarang Tawon, Jasa Pembasmi Semut, Jasa Semprot Disinfektan dan Jasa Pengendalian Hama Lainnya.

Garda Pest Control berpusat di Bekasi, dan memiliki Cabang di beberapa kota di Indonesia seperti di Bandung, Cirebon, Semarang, Jogja, Pekanbaru, Manado, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dll.

Jasa Pembasmi Tikus Bekasi

Jasa Pengusir Tikus di Bandung

Jenis tikus yang paling sering menyerang perumahan :

1.Tikus got, tikus coklat, tikus rumah besar atau tikus laboratorium (Rattus norvegicus ) adalah salah satu spesies tikus yang paling umum dijumpai di perkotaan.

2.Tikus rumah (Rattus rattus ) adalah hewan pengerat biasa yang mudah ditemukan di rumah-rumah dengan ekor yang panjang dan pandai memanjat serta melompat. Hewan ini termasuk dalam subsuku Murinae dan berasal dari Asia. Namun demikian, ia lalu menyebar ke Eropa melalui perdagangan sejak awal penanggalan modern dan betul-betul menyebar pada abad ke-6. Selanjutnya ia menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Tikus rumah pada masa kini cenderung tersebar di daerah yang lebih hangat karena di daerah dingin kalah bersaing dengan tikus got. Tidak seperti saingannya, tikus got, tikus rumah adalah perenang yang buruk dan bangkainya sering ditemukan di sumur-sumur. Namun demikian, ia lebih gesit dan pemanjat ulung, bahkan berani “terbang”. Warnanya biasanya hitam atau coklat terang, meskipun sekarang ada yang dibiakkan dengan warna putih atau loreng. Ukurannya biasanya 15-20 cm dengan ekor ± 20cm. Hewan ini nokturnal dan pemakan segala, namun menyukai bulir-bulir. Betinanya mampu melahirkan kapan saja, dengan anak 3-10 ekor/kelahiran. Umurnya mencapai 2-3 tahun dan menyukai hidup berkelompok.

3.Mencit (Mus musculus ) adalah anggota Muridae (tikus-tikusan) yang ukurannya kecil. Mencit mudah dijumpai di rumah-rumah dan dikenal sebagai hewan pengganggu karena kebiasaannya menggigiti mebel dan barang-barang kecil lainnya, serta tinggal di sudut-sudut lemari. Hewan ini diduga sebagai mamalia paling banyak kedua di dunia, setelah manusia. Mencit sangat gampang menyesuaikan diri dengan perubahan yang dibuat manusia, bahkan jumlahnya yang hidup liar di hutan barangkali lebih sedikit dibandingkan yang tinggal di perkotaan.

4.Celurut adalah binatang pemakan serangga bertubuh kecil yang tampak mirip mencit/tikus kecil dan termasuk dalam familia Soricidae . Salah satu anggotanya adalah celurut rumah (Suncus murinus L.) yang biasa dijumpai berlari di sudut dinding mencari mangsa. Binatang ini kerap kali dianggap sebagai tikus karena ukuran, warna rambut, serta moncongnya, sehingga dinamakan pula tikus kesturi . Sebutan lainnya adalah cecurut , (tikus) curut , cencurut , dan munggis . Pada kenyataannya celurut sangat jauh kekerabatannya dari tikus, bahkan berbeda ordo; celurut merupakan ordo Soricomorpha , bukan Rodentia (hewan pengerat). Celurut juga menjadi hewan vektor penyakit yang serupa dengan tikus dan mencit.

Beragam penyakit dari tikus yang bisa menyebar ke manusia

1.Hantavirus

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pertama kali ditemukan pada tahun 1993. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Penyakit ini disebarkan oleh jenis tikus rusa, tikus berkaki putih, tikus padi, dan tikus kapas.

Penyakit dari binatang pengerat yang satu ini ini menular pada saat Anda menghirup partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang ada di udara. Anda juga bisa terinfeksi jika menyentuh atau memakan sesuatu yang bersentuhan dengan sesuatu yang pernah terkena tikus. Bila Anda digigit tikus itu juga bisa menjadi salah satu cara penularan virusnya, walaupun kasus digigit tikus jarang terjadi.

Gejala awal HPS mirip dengan gejala flu. Ini bisa termasuk demam, sakit kepala, muntah, diare atau sakit perut. Sekitar 4 hingga 10 hari kemudian, orang yang terkena mungkin juga mengalami batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.

2.Hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS)

Sama seperti hantavirus, HFRS adalah demam yang muncul bersamaan dengan perdarahan (hemoragik) dan disertai sindrom ginjal (HFRS). HFRS termasuk penyakit seperti demam berdarah, demam berdarah epidemik, dan epidemi nephropathia. Penyebaran penyakit lewat tikus ini serupa dengan penyakit hantavirus.

Penyakit ini biasanya berkembang di dalam tubuh mulai dari 2 sampai 8 minggu setelah terkena. Gejala awal bisa ditandai dengan sakit kepala sering, nyeri punggung dan perut, demam, menggigil, mual, dan penglihatan kabur.

Terkadang, penyakit ini juga bisa ditandai dengan wajah, mata dan kulit yang berwarna agak kemerahan. Gejala parah juga bisa muncul ketika seseorang mengalami penyakit ini, yaitu tekanan darah rendah, syok akut, sampai gagal ginjal akut.

3.Penyakit pes

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersina pestisia yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Bakteri penyebab penyakit pes ini dibawa oleh kutu yang tertular dari hewan pengerat, sehingga kutu kemudian akan menyebarkan bakteri tersebut saat menggigit tubuh Anda.

Umumnya penyakit pes tersebar di daerah yang lingkungan padat penduduk dengan sanitasi yang tidak baik. Gejala penyakit pes yang paling sering terjadi yakni dengan munculnya pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan, ketiak, atau leher.

Dalam beberapa kasus, penyakit pes bisa juga menyerang paru-paru. Kondisi ini tentu sangat membahayakan karena bisa dengan mudah menular dari orang ke orang, melalui droplet atau tetesan air liur saat batuk. Komplikasi penyakit dari tikus ini bisa berujung pada meningitis dan bahkan kematian.

Perlu diketahui, bahwa penyakit ini bukan saja hanya disebarkan lewat hewan pengerat. Hewan seperti kelinci, anjing, kucing yang kutunya sudah terinfeksi pes bisa menjadi sumber penularan penyakit. Penularan terjadi jika Anda berkontak langsung atau tergigit oleh hewan tersebut.

4.Lymphocytic chorio-meningitis (LCM)

Lymphocytic chorio-meningitis adalah penyakit dari tikus yang disebabkan oleh virus choriomeningitis limfositik (LCMV), turunan virus Arenaviridae. LCM bisa dibawa oleh hewan pengerat yang biasanya ada di rumah-rumah.

Selain itu, virus ini juga bisa disebarkan oleh hewan pengerat peliharaan seperti hamster. Jika Anda tergigit atau terkena air liur dan air kencing hewan tersebut, maka Anda berisiko tinggi mengalami penyakit infeksi ini.

Penyakit ini awalnya tidak akan menimbulkan gejala tertentu. Gejala baru timbul setelah 8-13 hari setelah teserang virus. Anda akan merasakan gejala seperti demam, kurang nafsu makan, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan muntah.

Perlu Layanan Jasa Pembasmi Tikus? Silahkan Hubungi Marketing Kami.

Rate this post